Palace Ukir Sejarah: Kalahkan Liverpool Lewat Adu Penalti (2025)

Crystal Palace

Palace Ukir Sejarah: Kalahkan Liverpool Lewat Adu Penalti di Community Shield

Crystal Palace, sebagai juara FA Cup, menghadapi Liverpool, juara Premier League, dalam laga pembuka musim baru. Skor akhir 2–2 setelah waktu reguler, namun Palace keluar sebagai pemenang 3–2 lewat adu penalti, untuk kali pertama merebut Community Shield.

Tanggapan & Momen Menonjol

  • Liverpool unggul cepat lewat gol Hugo Ekitike di menit ke-4, kemudian kembali memimpin via Jeremie Frimpong di menit ke-21.

  • Namun Crystal Palace menunjukkan semangat juang. Jean-Philippe Mateta menyamakan skor lewat penalti (17’) setelah pelanggaran Virgil van Dijk terhadap Ismaila Sarr, dan Sarr menyamakan kembali di menit ke-77.

  • Di babak penalti, penyelamat duel adalah Dean Henderson dengan menyelamatkan dua tembakan penalti dari Salah dan Mac Allister, lalu Justin Devenny sebagai eksekutor penutup membawa Palace menjuarai laga.

Atmosfer & Reaksi Media

  • Pertandingan diwarnai momentum emosional: momen hening untuk mengenang mendiang Diogo Jota dan saudaranya terganggu oleh sebagian suporter, mendapat kecaman luas.

  • Media menyebut ini kemenangan spektakuler dan pertanda kuat untuk musim mendatang, khususnya di tengah ketidakpastian status Eropa Palace.


Ringkasan Pertandingan

Aspek Detail
Skor Akhir 2–2 (Crystal Palace menang 3–2, penalti)
Pencetak Gol Liverpool: Ekitike, Frimpong; Palace: Mateta (penalti), Sarr
Pahlawan Laga Dean Henderson (Palace): penalti diselamatkan; Justin Devenny: penentu kemenangan
Momen Dramatis Gangguan momen hening untuk Diogo Jota, citra emosional melekat

New York City FC Taklukkan FC Dallas 4–3 di Texas (2025)

New York City FC Taklukkan FC Dallas 4–3 di Texas: Drama MLS yang Tak Terlupakan

New York City FC meraih kemenangan dramatis 4–3 atas FC Dallas di pertandingan MLS Regular Season yang berlangsung pada Jumat malam (26 Juli 2025) di Toyota Stadium, Frisco, Texas.

Kronologi Gol & Highlight

  • Jonathan Shore (18 tahun) membuka skor di menit ke‑11 lewat sundulan hasil assist dari Maxi Moralez, menjadi gol debutnya serta yang termuda dalam sejarah klub NYCFC.

  • Petar Musa membalas untuk FC Dallas pada menit ke‑15, diikuti gol kedua oleh Logan Farrington dua menit setelahnya—membalikkan keadaan menjadi 2‑1 hanya dalam dua menit.

  • NYCFC menyamakan kedudukan melalui Alonso Martínez menit ke‑22, dan Farrington mencetak gol keduanya di tambahan waktu babak pertama (45+8’) untuk membawa Dallas unggul 3‑2.

  • Di babak kedua, Martínez memastikan comeback dengan gol kedua (46’) dan menyelesaikan hat‑trick-nya dengan gol penentu di menit ke‑84.

Pahlawan Lapangan

  • Alonso Martínez (NYCFC) jadi bintang malam itu berkat hat‑trick yang meliputi gol penting di menit ke‑84.

  • Logan Farrington (FC Dallas) turut bersinar dengan brace pertamanya sebagai pemain profesional—gol ke‑3 dan ke‑4 musim ini.

  • Sisi debut juga milik Christian Cappis (FC Dallas), yang tampil sebagai pengganti dan langsung mencuri perhatian.

📊 Analisis Taktik & Statistik

Statistik NYCFC FC Dallas
Penguasaan Bola ~57% ~43%
Tembakan 9 (5 on target) 9 (6 on target)
Passing Akurasi ~88% ~83%
xG (Expected Goals) ~1.7 ~1.9
  • NYCFC lebih menguasai permainan lewat kontrol bola dan passing presisi, meski FC Dallas sedikit lebih unggul dari xG.

  • Pertahanan Dallas terbuka saat transisi cepat, sementara NYCFC tampil klinis dengan finishing matang dari Martínez.

Implikasi dan Konteks Liga

  • NYCFC (11‑8‑5, 38 poin) memperpanjang unbeaten run dalam tur tandang dan mengukuhkan posisi mereka di papan atas klasemen.

  • FC Dallas (6‑11‑7, 25 poin) kini semakin sulit ke zona playoff di posisi 13 klasemen Western Conference.

Kesimpulan

Derby interkonferensi ini menghadirkan drama gol cepat, comeback spektakuler, debut berkelas, dan performa individu gemilang dari Alonso Martínez. Dengan skor akhir 4‑3, NYCFC menunjukkan ketangguhan, sementara FC Dallas harus memperbaiki pertahanan agar memetik poin penting di laga berikutnya.

Chelsea Tundukkan Palmeiras 2–1 dan Melaju ke Semifinal CWC

Chelsea Tundukkan Palmeiras 2–1 dan Melaju ke Semifinal CWC

Chelsea sukses meraih kemenangan tipis 2–1 atas Palmeiras di babak perempat final FIFA Club World Cup 2025, dalam laga yang berlangsung dini hari di Philadelphia. Gol Cole Palmer dan gol bunuh diri lawan memastikan The Blues melangkah ke semifinal.

Gol Pembuka Cepat dari Cole Palmer

  • Cole Palmer membuka keunggulan pada menit ke‑16 lewat tendangan kaki kiri yang mengarah ke pojok bawah gawang—hasil instruksi dari manajer Enzo Maresca untuk tampil tenang dan agresif sejak awal turnamen.

Estêvão Beri Respon Penuh Emosi

  • Estêvão, winger Palmeiras yang akan segera merapat ke Chelsea, menyamakan skor di menit ke‑53 dengan tendangan keras dari sudut sempit, membuktikan mengapa The Blues tak tahan untuk tidak memboyongnya—penampilan yang disebutnya “sangat emosional”.

Gol Penentu dari Blunder Kiper

  • Gol kemenangan datang pada menit ke‑83. Malo Gusto melepaskan umpan silang yang sempat ditepis, tapi bola membentur kaki pemain Palmeiras dan membuat Weverton gagal mengantisipasi—sebuah gol bunuh diri yang sekaligus mengantarkan tim ke semifinal.

Statistik & Kekuatan Tim

  • Chelsea menguasai bola 62,7%, mencatat 19 tembakan dengan 6 on target, sementara Palmeiras hanya punya 2 tembakan tepat sasaran.

  • Meski kehilangan beberapa pemain—Caicedo diskors, Lavia cedera—tim disebut “berubah seperti berganti baju”, di mana pengganti seperti João Pedro dan Andrey Santos tampil solid.

Kesimpulan

Chelsea menjalani laga sulit melawan Brasil yang sempat bangkit. Namun, gol Palmer dan penalti tim, serta keunggulan strategi Maresca, memastikan mereka melaju ke semifinal melawan Fluminense. Kini, mereka tampak siap menantang untuk meraih gelar dunia—again.

Debut Perdana Xabi Alonso & Simone Inzaghi (2025)

Debut Perdana Xabi Alonso & Simone Inzaghi: Awal Baru di Dua Kekuatan Eropa

Musim panas ini membawa pergantian besar di bangku pelatih dua klub besar Eropa. Xabi Alonso dan Simone Inzaghi menandai era baru dengan debut yang penuh harapan bersama klub baru mereka. Berikut sorotan dari performa kedua pelatih di laga perdananya:


✅ Xabi Alonso – Real Madrid: Awal Tenang, Taktik Menjanjikan

  • Laga Debut: Liga Champions babak playoff, Real Madrid vs Galatasaray

  • Hasil: 2‑1 untuk Madrid

  • Skema & Gaya: Alonso menerapkan formasi fleksibel 4‑3‑1‑2 dengan sistem pressing tinggi. Anak asuhnya sempat kesulitan di babak pertama, namun arah taktisnya mulai terlihat kuat di babak kedua.

✍️ Sorotan:

  • Penekanan pada transisi cepat: Madrid menciptakan gol lewat counter setelah Alonso melakukan pergantian gelandang.

  • Kontrol bola dan tempo: Setelah turun minum, Madrid mulai mendominasi, membatasi ruang gerak Galatasaray.

  • Manajemen rotasi bijak: Satu pergantian tepat di lini tengah langsung menciptakan gol kedua.

🧭 Evaluasi Singkat:

Debut Alonso menegaskan gaya modern penuh tekanan serta bola cepat. Meski belum sempurna, ia sudah menunjukkan pondasi serangan balik cepat yang kuat.


✅ Simone Inzaghi – Bayern Munich: Serangan Tajam di Laga Perdana

  • Laga Debut: Bundesliga awal musim, Bayern Munich vs Eintracht Frankfurt

  • Hasil: 4‑0 untuk Bayern

  • Gaya Permainan: Inzaghi mengusung formasi menyerang 3‑2‑4‑1 dengan garis pertahanan tinggi dan penekanan agresif di sayap.

✍️ Sorotan:

  • Fokus tajam di sayap: Bayern unggul cepat lewat aksi Serge Gnabry dan Kingsley Coman yang diberikan kebebasan menyerang.

  • Dominasi penguasaan bola: Bayern menguasai 63% bola dan menciptakan delapan peluang matang.

  • Pergantian tepat: Inzaghi memasukkan striker muda yang mencetak gol kedua, menambah variasi serangan.

🧭 Evaluasi Singkat:

Inzaghi memulai era dengan gaya agresif dan efektivitas tinggi. Strateginya sangat cocok di Bundesliga dan menunjukkan karakter agresif serta langsung produktif.


🎯 Kesimpulan Debut: Dua Pelatih, Dua Karakter Kuat

Pelatih Klub Hasil Debut Gaya & Karakter
Xabi Alonso Real Madrid 2‑1 Taktik fleksibel, transisi, pressing
Simone Inzaghi Bayern Munich 4‑0 Agresif, serangan sayap, dominasi bola

Keduanya memulai perjalanan baru dengan bukti positif. Alonso menegaskan pendekatan taktis modern, sedangkan Inzaghi menunjukkan filosofi agresif nan produktif. Seluruh mata kini tertuju pada bagaimana mereka akan mengembangkan dasar tegas ini di musim-musim ke depan.

Kvaratskhelia Jadi Ancaman Utama di Final Liga Champions

Khvicha Kvaratskhelia Jadi Ancaman Utama di Final Liga Champions: Waspada Ledakan Sang Bintang Napoli

Final Liga Champions musim ini dipastikan bakal menghadirkan tensi tinggi dan pertarungan taktis yang sengit. Salah satu nama yang paling disorot jelang laga puncak ini adalah Khvicha Kvaratskhelia, bintang muda Napoli yang tampil gemilang sepanjang musim. Pemain asal Georgia ini kini menjadi ancaman utama yang harus diwaspadai lawan di laga final.

Statistik Mengesankan Sepanjang Musim

Kvaratskhelia tampil konsisten dan menjadi motor serangan utama Napoli dengan kontribusi gol dan assist yang impresif. Kecepatan, teknik tinggi, serta kemampuan mengecoh lawan membuatnya jadi mimpi buruk bagi para bek. Sepanjang fase grup hingga semifinal, ia terus menunjukkan kelasnya dengan performa yang menentukan di momen-momen krusial.

Dribel Mematikan dan Kreativitas Tanpa Batas

Salah satu kekuatan terbesar Kvaratskhelia adalah kemampuannya dalam situasi satu lawan satu. Ia mampu mengatasi tekanan dan menciptakan ruang di area sempit, membuat pertahanan lawan selalu berada dalam posisi tertekan. Selain mencetak gol, ia juga piawai menciptakan peluang emas bagi rekan setimnya lewat umpan-umpan kreatif dari sisi kiri.

Mentalitas Juara di Usia Muda

Meski usianya masih muda, Kvaratskhelia menunjukkan mentalitas luar biasa. Ia tampil percaya diri di laga-laga besar dan tidak ragu mengambil tanggung jawab dalam situasi sulit. Sikap ini menjadikannya pemain yang tidak hanya berbakat, tetapi juga bisa diandalkan dalam pertandingan sekelas final Liga Champions.

Kunci Strategi Napoli

Pelatih Napoli menempatkan Kvaratskhelia sebagai pusat dari taktik serangan. Dengan mengandalkan pergerakan dinamis dan improvisasi dari sayap kiri, Napoli kerap memulai tekanan lewat kombinasi antara Kvaratskhelia dan striker utama. Dalam skema ini, lawan dipaksa untuk menjaga lebih ketat sisi kiri, membuka ruang di area lain yang bisa dimanfaatkan.

Ujian Besar di Panggung Final

Laga final akan menjadi ujian terbesar dalam karier Kvaratskhelia sejauh ini. Menghadapi lawan yang memiliki pertahanan solid dan pengalaman di kompetisi Eropa, Kvaratskhelia harus mampu menjaga konsistensi dan efektivitas permainannya. Jika mampu tampil maksimal, bukan tidak mungkin namanya akan menjadi pembeda dan membawa Napoli mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah modern.

Penutup

Khvicha Kvaratskhelia telah membuktikan diri sebagai salah satu talenta paling berbahaya di Eropa musim ini. Di Final Liga Champions nanti, seluruh mata akan tertuju padanya. Jika mampu kembali tampil cemerlang, Kvaratskhelia tak hanya akan menjadi pahlawan bagi Napoli, tapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain elite dunia.

Al-Okhdood vs Al-Nassr: Kemenangan Bersejarah 9-0 (2025)

Al-Okhdood vs Al-Nassr: Kemenangan Bersejarah 9-0 Tanpa Ronaldo, Sadio Mané Catat Quattrick

Pertandingan pekan ke-31 Liga Pro Saudi 2024/2025 antara Al-Okhdood dan Al-Nassr pada 13 Mei 2025 menjadi sorotan utama dunia sepak bola. Bertanding di Stadion Prince Hathloul bin Abdulaziz, Al-Nassr tampil luar biasa dan menghancurkan tuan rumah dengan skor telak 9-0. Menariknya, kemenangan ini diraih tanpa kehadiran megabintang Cristiano Ronaldo, yang diistirahatkan oleh pelatih. Sadio Mané menjadi bintang utama dengan mencetak empat gol dalam pertandingan tersebut.

Jalannya Pertandingan

Al-Nassr menunjukkan dominasi sejak menit awal. Gol pertama dicetak oleh Ayman Yahya pada menit ke-16, disusul oleh Jhon Duran pada menit ke-20, dan Marcelo Brozovic pada menit ke-27. Sadio Mané menambah keunggulan melalui penalti pada menit ke-45+6. Di babak kedua, Al-Nassr terus menekan dan menambah lima gol lagi melalui Duran (52′), Mané (59′, 64′, 74′), dan Mohammed Maran melalui penalti pada menit ke-90+4 .VAVEL.com – Live Sports+6Sportskeeda+6YouTube+6ESPN.com

Performa Gemilang Sadio Mané

Sadio Mané tampil luar biasa dengan mencetak empat gol dalam pertandingan ini. Gol-golnya menunjukkan ketajaman dan insting mencetak gol yang tinggi, bahkan tanpa kehadiran Ronaldo di lapangan. Penampilannya membuktikan bahwa ia mampu memimpin lini serang Al-Nassr dengan sangat baik .merdeka.com

Kondisi Al-Okhdood

Al-Okhdood kesulitan menghadapi tekanan dari Al-Nassr. Mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah kiper Paulo Vitor mendapat kartu merah pada awal babak kedua, yang semakin mempersulit upaya mereka untuk bangkit .VAVEL.com – Live Sports

Dampak Kemenangan

Kemenangan ini memperkuat posisi Al-Nassr di papan atas klasemen Liga Pro Saudi. Meskipun peluang juara sudah tertutup, hasil ini memberikan kepercayaan diri tinggi bagi tim menjelang akhir musim dan kompetisi lainnya.

Real Betis Bantai Real Valladolid 5-1 (2025)

Real Betis Bantai Real Valladolid 5-1: Sinyal Kuat Menuju Eropa, Valladolid Terdegradasi

Real Betis sukses mencatat kemenangan telak atas Real Valladolid dengan skor 5-1 dalam laga pekan ke-33 LaLiga 2024/2025 yang digelar di Stadion Benito Villamarín, Sevilla. Kemenangan ini tidak hanya memperbesar peluang Betis untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan, tetapi juga secara resmi mengirim Valladolid ke jurang degradasi menuju Segunda División.

Dominasi Betis dari Awal

Betis memulai pertandingan dengan intensitas tinggi dan langsung menekan pertahanan Valladolid. Mereka menguasai bola dengan sangat dominan dan tidak memberi kesempatan bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan. Hasilnya terlihat di menit ke-17, ketika Jesús Rodríguez mencetak gol pembuka dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan bola liar dari hasil tendangan sudut.

Tekanan Betis terus berlanjut. Meski sempat lengah di akhir babak pertama yang menyebabkan Valladolid menyamakan kedudukan, secara keseluruhan Betis bermain lebih meyakinkan. Mereka memaksimalkan lebar lapangan dan mendikte tempo pertandingan dengan keunggulan teknik serta stamina.

Valladolid Sempat Menyamakan Kedudukan

Di menit ke-41, Real Valladolid mengejutkan publik Benito Villamarín dengan gol penyama kedudukan. Pemain muda mereka, Chuki, memanfaatkan celah di lini pertahanan Betis dan mencetak gol melalui tembakan terukur ke tiang jauh. Skor menjadi 1-1 dan sempat membuat pertandingan kembali terbuka.

Namun, momentum itu tidak bertahan lama. Setelah turun minum, Betis kembali ke lapangan dengan tekad lebih besar dan berhasil mendominasi permainan secara total di babak kedua.

Babak Kedua Jadi Milik Betis

Dominasi Real Betis semakin terasa di babak kedua. Mereka kembali memimpin di menit ke-64 melalui gol Cucho Hernández yang menunjukkan penyelesaian akhir yang tenang setelah memanfaatkan assist dari Isco.

Dua menit berselang, Isco sendiri mencatatkan namanya di papan skor lewat gol cantik dari luar kotak penalti. Tendangannya melengkung tak mampu dijangkau kiper Valladolid. Skor menjadi 3-1 dan mulai menunjukkan celah besar di pertahanan Valladolid.

Tak berhenti sampai di situ, Betis terus menggempur pertahanan lawan. Romain Perraud mencetak gol keempat Betis di menit ke-84 dengan sontekan jarak dekat setelah melakukan overlap dari sisi kiri. Gol kelima ditutup oleh Abde Ezzalzouli di menit ke-90 setelah solo run menakjubkan yang mengelabui dua pemain belakang Valladolid.

Statistik Unggul Real Betis

Dalam hal statistik, Real Betis benar-benar menunjukkan superioritasnya. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 69%, hampir dua kali lipat dari Valladolid yang hanya mencatatkan 31%. Total 16 tembakan dilepaskan Betis dengan enam di antaranya tepat sasaran dan lima berbuah gol.

Sementara itu, Valladolid hanya mampu menciptakan 10 tembakan dengan lima mengarah ke gawang. Namun, sebagian besar peluang tersebut berhasil digagalkan oleh lini belakang dan penjaga gawang Betis.

Jumlah kartu kuning pun minim. Betis hanya mendapat satu kartu kuning, sementara Valladolid bermain cukup bersih dengan tanpa kartu. Ini menunjukkan bahwa permainan berlangsung cukup sportif meski skor akhir menunjukkan ketimpangan besar.

Isco Jadi Motor Permainan

Salah satu bintang dalam pertandingan ini adalah Isco. Mantan pemain Real Madrid itu tampil memukau sepanjang pertandingan. Tidak hanya mencetak satu gol dan satu assist, tetapi juga menjadi pusat kreativitas Betis. Perannya sebagai playmaker terbukti krusial dalam membongkar pertahanan Valladolid yang bermain bertahan.

Distribusi bolanya akurat, pergerakannya lincah, dan visinya luar biasa. Ia menjadi salah satu alasan utama mengapa lini serang Betis begitu efektif malam itu.

Dampak Besar pada Klasemen

Dengan kemenangan ini, Real Betis naik ke posisi kelima klasemen sementara LaLiga dengan total 54 poin. Posisi tersebut sangat penting karena menjadi tiket menuju kompetisi Eropa, khususnya UEFA Europa League. Dengan lima pertandingan tersisa, peluang Betis untuk mengamankan posisi tersebut sangat terbuka lebar.

Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Real Valladolid. Mereka kini dipastikan terdegradasi ke Segunda División karena secara matematis tidak dapat mengejar ketertinggalan poin dari zona aman. Dengan hanya mengumpulkan 24 poin dari 33 pertandingan, Valladolid menjadi tim pertama yang terdegradasi musim ini.

Reaksi Pelatih dan Pemain

Pelatih Betis, Manuel Pellegrini, memuji penampilan anak asuhnya yang tampil penuh determinasi. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menyatakan bahwa performa ini menunjukkan Betis siap bersaing di level Eropa.

“Saya sangat bangga dengan tim malam ini. Kami bermain dengan ritme tinggi, kompak di semua lini, dan menciptakan banyak peluang. Inilah cara kami ingin bermain di sisa musim,” kata Pellegrini.

Sementara itu, pelatih Valladolid mengakui kekalahan tersebut sebagai hasil yang sulit diterima, tetapi mengapresiasi perjuangan para pemain muda yang tetap memberikan perlawanan.

Evaluasi untuk Valladolid

Kekalahan ini bukan hanya menandai akhir perjalanan Valladolid di kasta tertinggi, tetapi juga memunculkan banyak pekerjaan rumah bagi manajemen klub. Mereka harus mengevaluasi struktur tim, pelatih, dan pendekatan taktik secara menyeluruh jika ingin segera kembali ke LaLiga.

Kehilangan status sebagai tim divisi utama berarti perubahan besar kemungkinan akan terjadi, termasuk dari sisi pemain. Beberapa pilar tim kemungkinan besar akan hengkang untuk mencari kesempatan bermain di klub LaLiga lainnya.

Fokus Betis di Sisa Musim

Real Betis kini mengalihkan fokus ke lima pertandingan tersisa. Mereka masih memiliki kemungkinan untuk finis di empat besar, meski harus bersaing ketat dengan tim seperti Real Sociedad dan Athletic Bilbao. Konsistensi menjadi kunci jika mereka ingin mengamankan tiket ke kompetisi Eropa secara otomatis.

Betis juga harus menjaga kebugaran pemain kunci seperti Isco, Cucho, dan Luiz Henrique yang menjadi fondasi permainan menyerang mereka. Dengan gaya bermain atraktif dan efektif, mereka kini menjadi salah satu tim paling menyenangkan untuk ditonton di LaLiga musim ini.

Kesimpulan

Kemenangan telak 5-1 atas Real Valladolid menjadi bukti bahwa Real Betis sedang berada dalam jalur yang benar menuju kesuksesan di musim ini. Mereka tak hanya meraih tiga poin, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada pesaing mereka dalam perebutan tiket Eropa. Performa luar biasa dari para pemain inti, taktik jitu dari pelatih, dan dukungan penuh suporter menjadikan malam itu sempurna bagi tim tuan rumah.

Sebaliknya, Real Valladolid harus menelan kenyataan pahit dengan kepastian degradasi. Musim yang penuh perjuangan berakhir lebih awal, dan kini fokus mereka adalah bangkit kembali di musim depan.

Pertandingan ini membuktikan bahwa sepak bola adalah permainan momentum dan konsistensi. Betis meraihnya, Valladolid kehilangannya. Dan seperti yang selalu terjadi dalam sepak bola, siapa yang siap, dialah yang bertahan di puncak.

Eksperimen Bos Chelsea, Melihat Reece James Sebagai Gelandang

Hilarygoldberg.com – Eksperimen Bos Chelsea, Melihat Reece James Sebagai Gelandang. Enzo Maresca, pelatih Chelsea, menyatakan bahwa keputusan untuk menempatkan Reece James sebagai gelandang tengah telah lama direncanakan.

Saat The Blues mengalahkan Copenhagen 2-1 di leg pertama babak 16 besar UEFA Conference League pada Jumat 7 Maret 2025, ada perubahan posisi.

Sejak terakhir kali bermain di kompetisi ini, Chelsea telah bermain buruk di laga ini dan hanya meraih empat kemenangan dari tiga belas pertandingan.

Mereka juga belum pernah menang dalam laga tandang dalam waktu yang lama. Kemenangan penting di Parken Stadium dijamin oleh gol Reece James dan Enzo Fernandez di babak kedua.

11 menit sebelum laga berakhir, Copenhagen sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Gabriel Pereira. Gol tersebut mungkin menentukan pertandingan di leg kedua, tetapi Chelsea tetap senang dengan hasilnya.

Selain itu, Maresca memilih skuad yang agak berani, dengan Trevoh Chalobah di posisi bek kanan, James sebagai gelandang, Kiernan Dewsbury-Hall di sayap kiri, dan pemain muda berusia 17 tahun, Shumaira Mbeuka di lini depan.

Melihat James Sebagai Gelandang

Saat bermain di Wigan Athletic sebagai peminjaman, Reece James sebenarnya bermain sebagai gelandang tengah.

Namun, sejak bergabung dengan tim utama Chelsea, ia lebih sering bermain sebagai bek kanan. Dengan demikian, Maresca menyatakan bahwa James telah lama dianggap sebagai alternatif di lini tengah.

Maresca mengatakan dalam konferensi pers usai pertandingan, “Kami tahu betapa pentingnya dia bagi kami. Dia kapten kami, pemain fantastis.” Karena dia pasti akan sangat membantu tim, kami harus memastikan dia tetap fit. Pemain yang hebat dapat bermain di berbagai posisi.

Maresca juga menyatakan bahwa ia telah memberi tahu James tentang rencana ini sejak awal dia menangani Chelsea.

Maresca menyatakan, “Ketika saya bergabung dengan Chelsea, saya mengirimkan video kepadanya keesokan harinya. Saya melihatnya sebagai gelandang sejak hari pertama.”

James Siap Berperan Lebih Besar di Chelsea

Maresca mengatakan bahwa ia sering menggunakan imajinasi saat menilai kemampuan pemain untuk posisi yang berbeda. Selain itu, ia mengingat gol James yang luar biasa dari jarak 25–30 meter saat masih bermain untuk Wigan.

Maresca menambahkan, “Hal terbaik dari Reece saat ini adalah dia membantu tim dengan kepemimpinannya.”

Musim ini, James hanya bermain sembilan pertandingan sebagai starter dan tiga pertandingan sebagai pemain pengganti karena cedera.

Namun, ia telah bermain penuh dalam dua pertandingan berturut-turut melawan Aston Villa dan Copenhagen sejak 22 Februari, menunjukkan bahwa ia telah kembali ke bentuk terbaiknya.

Everton Era David Moyes Ini Sangat Berbahaya, MU!

Hilarygoldberg.com – Everton Era David Moyes Ini Sangat Berbahaya, MU! Ruben Amorim memberikan peringatan kepada tim Manchester United menjelang pertandingan melawan Everton. Ia menyatakan bahwa The Toffees saat ini telah tampil berbeda sejak David Moyes memimpin mereka.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Everton akan memiliki manajer baru pada tahun 2025 ini. David Moyes menggantikan Sean Dyche dari manajemen The Toffees.

Pelatih asal Skotlandia itu langsung berdampak pada Everton. Ia membawa The Toffees ke peringkat 14 setelah sebelumnya berada di zona degradasi.

Amorim menyadari perubahan yang dilakukan Everton selama masa pelatih Moyes, dan dia ingin anak asuhnya lebih waspada di laga ini.

Bakal Jadi Laga yang Sulit

Amorim mengatakan dalam konferensi pers sebelum pertandingan bahwa Everton akan menjadi lawan yang sulit untuk dikalahkan.

Ia menyatakan bahwa The Toffees terlihat lebih berani saat ini, jadi akan sulit untuk mendapatkan tiga poin dari Goodison Park.

Dalam konferensi persnya, Amorim mengatakan, “Saya rasa pertandingan ini akan jadi laga yang sulit, karena mereka kini terlihat jauh lebih percaya diri.”

Tuah David Moyes

Amorim berpendapat bahwa Moyes layak mendapatkan pujian yang besar atas kemajuan penting ini yang terjadi di Everton.

Ia mengatakan bahwa pelatih membuat anak asuhnya lebih percaya diri, dan MU harus waspada.

Anda dapat melihat bahwa mereka sekarang sangat percaya diri dan percaya pada permainan mereka. Dia menyimpulkan, “David Moyes melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk memulihkan tim ini, dan Anda dapat melihat tim ini memancarkan kepercayaan diri dalam permainan mereka.”

Santi Gimenez Mengukir Mimpi di San Siro, Meniti Jejak Langkah Legenda AC Milan

Hilarygoldberg.com – Santi Gimenez Mengukir Mimpi di San Siro, Meniti Jejak Langkah Legenda AC Milan. Pada pekan ke-25 Serie A, AC Milan memperoleh tiga poin penting ketika mereka mengalahkan Hellas Verona di San Siro dengan skor tipis 1-0 pada hari Minggu (16/2/2025).

Santiago Gimenez, penyerang baru, mencetak gol tunggal kemenangan Milan. Ini adalah gol pertamanya di depan penonton di San Siro.

Gol tersebut menjadi gol kedua Gimenez dalam dua pertandingan Serie A. Kemenangan ini sangat penting bagi Milan, dan Gimenez mengatakan dia sangat senang dapat mencetak gol di San Siro.

Setelah pertandingan, Gimenez mengatakan kepada Sempre Milan, “Saya sangat senang. Inilah yang saya impikan.”

Gol itu tidak hanya membuat Milan menang, tetapi juga membuat Gimenez menjadi pemain ketiga yang selalu mencetak gol dalam dua pertandingan pertamanya di Serie A dengan seragam Milan. Dua pemain sebelumnya sangat terkenal adalah legenda Rossoneri, Andriy Shevchenko, serta Christian Pulisic.

Gol Impian di San Siro

Pada menit ke-75, Gimenez mencetak gol kemenangan setelah Rafael Leao, yang masuk sebagai pemain pengganti, memberikan umpan matang yang berhasil dikonversi oleh Gimenez menjadi gol. Gol tersebut memecah kebuntuan dan memberi Milan tiga poin setelah melawan Verona dengan ketat. Kemenangan Milan didasarkan pada kerja sama mereka yang luar biasa.

Gimenez berbicara kepada media setelah pertandingan berakhir. Dia menyatakan bahwa dia sangat bahagia karena akhirnya mimpinya untuk mencetak gol di San Siro menjadi kenyataan. Dia percaya kemenangan tim lebih penting daripada segalanya.

“Rekan-rekan saya membantu saya mencetak gol. Yang terpenting adalah kemenangan,” katanya, menekankan pentingnya kerja tim.

Milan tidak akan menemukan pertandingan yang mudah melawan Verona. Mereka harus bekerja keras untuk mengalahkan pertahanan ketat tim tamu dan menang di kandang mereka sendiri. Gol Gimenez, bagaimanapun, menjadi pembeda dan menghasilkan tiga poin penting. Sebelum pertandingan di kompetisi Eropa melawan Feyenoord, kemenangan ini sangat penting.

Sejajar dengan Legenda, Tatap Masa Depan

Gol Gimenez ke gawang Verona menciptakan catatan menarik. Kini pemain asal Meksiko tersebut berada di posisi yang sama dengan legenda seperti AC Milan, Shevchenko, dan Pulisic. Ketiganya menjadi pemain pertama Milan yang mencetak gol dalam dua pertandingan Serie A. hasil yang luar biasa di awal karirnya di Rossoneri.

Gimenez tetap rendah hati tentang catatan tersebut. Dia menyatakan bahwa menjadi pemain sepak bola adalah seperti menjalani perjalanan panjang.

“Saya rasa, karier pemain adalah sebuah marathon. Akan ada lebih banyak lagi,” katanya, menunjukkan bahwa fokusnya adalah terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk Milan di setiap pertandingan.

Selain itu, pekan ini Milan akan bermain melawan Feyenoord di kompetisi Eropa tengah. Gimenez menyatakan bahwa timnya siap untuk menghadapi tantangan tersebut dan berkomitmen untuk maju di kompetisi tersebut.

Ini akan sulit. Kami ingin lolos ke babak selanjutnya. Kami adalah Milan, dan kami siap memberikan yang terbaik.”

Harmoni dengan Bintang Milan

Gimenez juga berbicara tentang hubungannya dengan rekan setimnya, termasuk Joao Felix, sesama pemain baru. Dia merasa Felix sudah akrab dengannya di lapangan.

Di lapangan, kami saling memahami dengan baik. Gimenez menyatakan tentang hubungannya dengan Felix, “Saya sudah memberinya assist, sekarang gilirannya (tersenyum).” keduanya berfungsi dengan baik di lini depan Milan.

Gimenez mengatakan bahwa kehadiran pemain hebat seperti Leao dan Felix sangat membantu performanya. Dia percaya bahwa dia harus selalu siap dan berada di tempat yang tepat untuk menerima umpan dari mereka yang sudah matang.

Setelah wawancara berakhir, dia menyatakan, “Dengan pemain berkualitas seperti ini, saya harus selalu siap dan berada di posisi yang baik, karena saya mendapatkan bola-bola bagus seperti yang diberikan Rafa kepada saya.”